Jumat, 02 Maret 2018

Mari Terus Berjuang!

Saat berusia 15 tahun Dandelion jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit selama 1 bulan. Awalnya dia tidak mengetahui bahwa ia sakit leukemia, yang ia tahu hanya ia kehilangan pendengaran setelah 2 minggu di rawat.

Berbekal obat dan ISO vol.48, Dandelion tau bahwa ia bukan hanya kehilangan pendengaran tapi juga mengidap penyakit berbahaya. Kanker darah memang tak seganas kanker otak, tapi juga bisa menghilangkan nyawa si pengidap.

Awalnya memang sedih, tapi lama kelamaan mulai terbiasa dan menganggap dirinya tidak sakit sebelum kewajiban untuk ke rumah sakit.

Ia layaknya remaja lainnya yang masih labil dan berontak, terkadang jika bosan minum obat ia tak minum. Setelah menginjak tahun kedua ia sakit, ia sudah tidak melakukan itu lagi, rajin minum obat sesuai waktu minum.

Selayaknya kehidupan yang memiliki kejutan dari Dia, Dandelion selalu menikmati dan mencoba tetap bersyukur atas segala hal yang diberikan oleh Allah SWT sang pemilik segalanya.

Dalam keterpurukan menyikapi berbagai macam manusia dengan sifat-sifat yang tak sama. Ada dari mereka yang tak keberatan dengan keadaan fisik yang tak bisa mendengar, ada juga dari mereka yang tak acuh bahkan cenderung menghindar.

Seperti bunga Dandelion yang kelihatan rapuh, ia memang rapuh, tak membuat ia mengakhiri hidup dengan tangan sendiri. Dengan tangkai yang akan meliuk-liuk di tiup angin yang tak membuat ia jatuh. Rapuh tapi kuat.

Jangan berputus asa dalam menghadapi cobaan, genggam hati kamu, menghadap lah kepada Tuhan mu, maka kau akan menemukan jalan, apapun yang terjadi.

Kebahagiaan bukan berada di tangan orang lain, kebahagiaan ada di tangan kamu sendiri.

Kau ingin bahagia
Maka kau akan bahagia
Kau tak ingin bahagia
Maka kau tak akan bahagia.

Gemini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UKHUWAH DAN DAKWAH KREATIF UNTUK INDONESIA SATU

Ukhuwah dalam KKBI berarti persaudaraan. Persaudaraan yang bukan hanya dengan orang-orang muslim saja, saudara kepada antar umat beragam...